PESISIR BARAT – Pencarian terhadap Suroso (43), nelayan asal Pemangku Way Napal, Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, yang hilang setelah perahu jukung yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang, masih belum membuahkan hasil hingga hari kedua, Jumat (21/8).
Tim SAR gabungan memperluas penyisiran melalui jalur laut, darat, dan garis pantai. Namun, hingga Jumat sore, keberadaan Suroso masih belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat, Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengatakan operasi pencarian hari kedua melibatkan sejumlah unsur yang dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Pembagian tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dari lokasi awal kejadian.
“Hari kedua pencarian sudah dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga SRU. SRU pertama melakukan pencarian melalui laut menggunakan jukung, SRU kedua melakukan penyisiran melalui jalur darat menggunakan sepeda motor, dan SRU ketiga menyisir sepanjang pinggir pantai dari arah Sumber Sari menuju lokasi kejadian,” kata Herdi, Jumat (21/8).
Sebelum bergerak, tim SAR gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing dan koordinasi untuk menentukan pola serta wilayah pencarian. Area operasi kemudian diperluas berdasarkan rencana operasi SAR hari kedua dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kemungkinan arah pergerakan korban.
Namun, hingga Jumat sore, penyisiran dari sejumlah jalur tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan Suroso. Tim masih terus menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian.
“Untuk hasil pencarian hari kedua sampai saat ini masih nihil. Tim masih melakukan penyisiran dan terus berupaya mencari korban. Kami berharap korban segera ditemukan,” jelasnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tanggamus sebanyak 10 personel, Pos AL empat personel, BPBD dua personel, Satpol PP satu personel, perangkat pekon empat personel, serta masyarakat setempat.
Tim gabungan juga didukung berbagai peralatan, mulai dari perahu karet beserta motor penggerak, kendaraan operasional, alat komunikasi, alat pelindung diri, dua set peralatan selam, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Pencarian melalui jalur laut dilakukan dengan menggunakan sarana jukung, sedangkan tim darat bergerak menyisir akses menuju lokasi kejadian,” katanya.
Tim lainnya menyisir sepanjang garis pantai dari arah Sumber Sari menuju lokasi kecelakaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dan terdampar di kawasan pesisir.