11 Kecamatan di Pesisir Barat Masuk Peta Rawan Karhutla, Karya Penggawa Jadi Prioritas

BPBD Pesisir Barat memetakan 32 wilayah di 11 kecamatan berpotensi karhutla. Karya Penggawa dan Krui Selatan menjadi Prioritas I.
Yogi Astrayuda - Senin, 24 Agt 2026 - 15:06 WIB
BPBD Pesisir Barat Petakan Wilayah potensi kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Pesisir Barat Petakan Wilayah potensi kebakaran hutan dan lahan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat memetakan sedikitnya 11 kecamatan dengan 32 pekon, kelurahan atau wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Herdy Wilismar, mengatakan hasil pemetaan menjadi dasar bagi pihaknya dalam meningkatkan pemantauan sekaligus melakukan langkah pencegahan di lapangan.

“Berdasarkan pemetaan yang kami lakukan, terdapat 11 kecamatan dengan 32 pekon, kelurahan atau wilayah yang masuk dalam kategori berpotensi terjadi karhutla. Data ini menjadi dasar bagi kami untuk meningkatkan pemantauan dan langkah pencegahan di lapangan,” kata Herdy.

Advertisements

Dari hasil pemetaan tersebut, Kecamatan Karya Penggawa menjadi wilayah dengan jumlah potensi karhutla paling banyak, yakni mencapai 11 wilayah. Karena itu, Karya Penggawa bersama Kecamatan Krui Selatan ditetapkan sebagai wilayah Prioritas I dalam pemantauan.

“Karya Penggawa menjadi wilayah dengan potensi paling banyak, sehingga masuk Prioritas I bersama Krui Selatan. Kami meminta masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Krui Selatan memiliki lima wilayah yang masuk dalam pemetaan potensi karhutla. Sementara Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Tengah dan Lemong masing-masing memiliki tiga wilayah.

Adapun Kecamatan Bangkunat, Ngars, Ngambur, Way Krui, Pesisir Utara dan Pulau Pisang masing-masing tercatat memiliki satu wilayah yang masuk dalam pemetaan. BPBD menyebut masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dirinci dalam data potensi tersebut.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Herdy menjelaskan, pemetaan karhutla tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kategori prioritas berdasarkan tingkat potensinya.

  • Prioritas I: Karya Penggawa dan Krui Selatan dengan potensi tinggi.
  • Prioritas II: Pesisir Selatan, Pesisir Tengah dan Lemong dengan potensi menengah.
  • Prioritas III: Ngars, Bangkunat, Ngambur, Way Krui, Pesisir Utara dan Pulau Pisang yang tetap membutuhkan pemantauan.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak awal melalui patroli, pemantauan, edukasi kepada masyarakat serta penguatan peran masyarakat peduli api (MPA),” tegas Herdy.

Selain meningkatkan pemantauan, BPBD juga menekankan kesiapan sarana dan prasarana penanganan kebakaran. Salah satunya memastikan jalur akses serta sumber air dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi kebakaran.

“Kesiapsiagaan sarana dan prasarana juga sangat penting. Termasuk memastikan jalur akses dan sumber air dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi kebakaran, sehingga api tidak sampai meluas,” jelasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements