PESISIR BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang menghanguskan rumah milik M. Shaleh (77) di Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur. Bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DinsosPPPAKB) pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak musibah.
Penyerahan bantuan dilakukan sehari setelah kebakaran yang terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil laporan awal, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kompor gas elpiji di dalam rumah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah milik korban mengalami kerusakan berat sehingga sebagian besar harta benda tidak berhasil diselamatkan.
Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Herdy Wilismar, S.H., M.M., mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban setelah kehilangan tempat tinggal.
"Begitu menerima laporan kejadian, kami langsung melakukan koordinasi dengan perangkat pekon dan instansi terkait. Hari ini bantuan logistik kami salurkan sebagai upaya membantu meringankan beban korban serta memenuhi kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat," kata Herdy Wilismar, Kamis, 23 Juli 2026.
Bantuan dari BPBD berasal dari stok logistik kebencanaan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Paket bantuan tersebut meliputi tiga sak beras, tiga kilogram gula pasir, satu dus mi instan, dua liter minyak goreng, dua kaleng sarden, tiga kotak teh, dua ember, dua gayung, satu serokan, dua sapu, dan dua sapu lidi.
Selain itu, DinsosPPPAKB Kabupaten Pesisir Barat juga menyerahkan bantuan bufferstock berupa:
- Dua paket perlengkapan anak (kids wear).
- Delapan paket makanan anak.
- Dua paket kasur.
- Dua lembar tenda gulung.
- Dua lembar selimut.
Menurut Herdy, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban dan keluarganya selama proses pemulihan pascakebakaran.
"Nilai bantuan mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga. Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila diperlukan penanganan lanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antarorganisasi perangkat daerah menjadi bagian penting dalam penanganan bencana agar bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kebutuhan pangan, tetapi juga perlengkapan dasar lainnya.
"Kami berupaya agar penanganan tidak dilakukan secara parsial. BPBD bersama DinsosPPPAKB saling berkoordinasi sehingga kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi, baik berupa bahan pangan maupun perlengkapan penunjang lainnya," jelasnya.