“Pelaku sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah penangkapan, yang bersangkutan juga kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis,” ujar Toni.
Penanganan medis terhadap ES kemudian berlanjut. Pada Rabu malam, perempuan tersebut kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani tindakan medis pascapersalinan, termasuk tindakan kuret sesuai kebutuhan medis.
Pemeriksaan medis tersebut menjadi bagian dari proses penanganan terhadap kondisi ES sekaligus mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan kepolisian.
Di sisi lain, penyidik masih mendalami penyebab kematian bayi laki-laki tersebut.
Polisi berencana melakukan autopsi terhadap jasad korban untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian.
“Rencananya malam ini kami akan melakukan autopsi terhadap jasad bayi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” kata Toni.
Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi bayi serta membantu penyidik mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi saat ditemukan serta memastikan fakta medis yang berkaitan dengan kematiannya.
Polisi belum menyimpulkan motif di balik dugaan pembuangan bayi tersebut.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Untuk motifnya masih kami dalami. Termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain, masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan,” ujarnya.
Toni menegaskan, pengungkapan perkara masih terus berjalan dengan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, hasil pemeriksaan medis terhadap ES, serta hasil autopsi jasad bayi.