Bentuk lampu, sayap, jok, hingga grafis bodinya menjadi identitas yang membuat F1ZR mudah dikenali.
Sepanjang masa produksinya, Yamaha juga menghadirkan sejumlah perubahan desain dan pilihan warna. Beragam varian tersebut kini justru menjadi bagian yang menarik bagi kolektor.
Unit yang masih mempertahankan spesifikasi standar pabrik, bodi utuh, serta grafis orisinal umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan F1ZR yang telah mengalami banyak ubahan.
Karakter mesin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari popularitas Yamaha F1ZR.
Sebagai motor 2-tak, respons mesin F1ZR berbeda dibandingkan motor bebek 4-tak. Putaran mesin terasa ringan dan agresif, terutama ketika berada pada rentang putaran yang sesuai.
Mesin berkapasitas sekitar 110 cc tersebut menggunakan sistem pembakaran dua langkah dan dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan.
Karakter inilah yang membuat F1ZR pada masanya tidak hanya digunakan sebagai kendaraan sehari-hari.
Motor tersebut juga populer di kalangan anak muda yang menginginkan sensasi berkendara lebih sporty.
Popularitas F1ZR juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan budaya motor 2-tak di Indonesia.
Ketika motor bebek masih menjadi salah satu kendaraan utama masyarakat, F1ZR hadir sebagai pilihan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan praktis dengan karakter performa lebih kuat.
Motor ini juga memiliki hubungan erat dengan dunia modifikasi. Berbagai ubahan pernah dilakukan pemilik, mulai dari knalpot, kaki-kaki, velg, hingga permainan warna dan grafis.
Namun, tren tersebut perlahan mengalami perubahan. Saat ini, sebagian penghobi justru memilih mengembalikan F1ZR ke kondisi standar demi mempertahankan karakter dan nilai historisnya.