Meski konstruksinya relatif sederhana dibandingkan sepeda motor modern, merawat F1ZR tetap membutuhkan perhatian khusus.
Mesin 2-tak memiliki karakter perawatan berbeda karena membutuhkan sistem pelumasan yang sesuai.
Kondisi karburator, sistem pengapian, saluran bahan bakar, knalpot, dan komponen mesin lainnya perlu diperhatikan agar performanya tetap optimal.
Pada unit yang sudah berusia puluhan tahun, pemilik juga perlu memeriksa kondisi seal, kabel, selang, karet-karet, serta komponen kelistrikan.
Bagi pemilik yang menggunakan F1ZR sebagai kendaraan harian, pemeriksaan secara berkala menjadi semakin penting mengingat usia kendaraan yang tidak lagi muda.
Yamaha F1ZR telah melewati masa kejayaannya, tetapi namanya belum benar-benar hilang dari dunia otomotif Indonesia.
Motor ini tetap memiliki penggemar karena menawarkan kombinasi desain khas, mesin 2-tak, bobot ringan, serta nilai nostalgia yang kuat.
Di tengah maraknya sepeda motor modern dengan teknologi injeksi dan sistem elektronik canggih, F1ZR justru menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda.
Suara mesin 2-tak, aroma khas pembakaran, perpindahan gigi manual, serta desain khas era 1990-an menjadi pengalaman yang semakin sulit ditemukan pada sepeda motor baru.
Karena itu, Yamaha F1ZR atau Fiz R tidak sekadar dipandang sebagai motor bekas.
Bagi sebagian penghobi, motor ini merupakan bagian dari sejarah perkembangan sepeda motor di Indonesia sekaligus salah satu ikon motor bebek 2-tak yang hingga kini masih memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.