Generasi kedua hadir pada 1977 dengan desain yang lebih modern. Toyota tetap menawarkan pilihan bodi coupe dan liftback, sementara sejumlah varian mendapatkan mesin berkapasitas hingga 2,0 liter.
Memasuki generasi ketiga, Celica semakin berkembang menjadi coupe yang berorientasi pada performa. Perubahan besar kemudian terjadi ketika generasi keempat diperkenalkan pada 1985.
Pada generasi tersebut, Toyota meninggalkan konfigurasi penggerak roda belakang dan beralih ke penggerak roda depan. Perubahan ini menjadi salah satu titik penting dalam evolusi Celica.
Namun, keputusan tersebut tidak membuat karakter sporty Celica menghilang.
Toyota justru mulai mengembangkan varian performa yang kemudian mengubah nama Celica di panggung motorsport internasional.
Nama Toyota Celica semakin terkenal ketika Toyota mengembangkan varian GT-Four.
Berbeda dari Celica biasa, GT-Four menggunakan sistem penggerak empat roda dan mesin turbo.
Generasi keempat menjadi awal penting keterlibatan Celica secara lebih serius dalam World Rally Championship atau WRC.
Toyota mencatat GT-Four generasi keempat menggunakan mesin 3S-GTEU berkapasitas 2,0 liter dengan turbocharger.
Mesin tersebut menghasilkan 185 PS dan menjadi basis penting pengembangan Celica sebagai mobil reli.
Sistem penggerak empat roda memberikan keunggulan traksi, terutama ketika mobil harus menghadapi berbagai karakter permukaan jalan dalam kompetisi reli.
Performa Celica di dunia reli kemudian semakin kuat. Pada 1990, Carlos Sainz berhasil merebut gelar juara dunia pembalap WRC menggunakan Celica GT-Four.