Salah satu hal yang menjadi perhatian Bhayangkara adalah kemampuan Persebaya menciptakan peluang tanpa harus mendominasi penguasaan bola.
Oscar menilai statistik possession tidak selalu mencerminkan dominasi sebuah tim. Persebaya, kata dia, mampu mengubah situasi pertandingan menjadi peluang meski persentase penguasaan bola tidak selalu tinggi.
“Berkaca dari musim kemarin, bahwasanya Persebaya tidak banyak mendominasi di ball possession, tapi dia bisa banyak menciptakan peluang, dan situ yang kita akan waspadai,” lanjutnya.
Bhayangkara Presisi Lampung FC membawa ambisi untuk tampil lebih dominan pada musim 2026/2027.
Namun, Oscar menegaskan dominasi yang dimaksud tidak sebatas memiliki penguasaan bola lebih banyak dibandingkan lawan.
Menurutnya, cara mengontrol pertandingan harus disesuaikan dengan situasi di lapangan serta karakter lawan yang dihadapi.
“Jelas kita ingin mendominasi, tapi tidak hanya di ball possession, karena kalau kita hanya ingin mendominasi di ball possession, maka lawan akan mudah untuk menetralisir hal tersebut,” jelas Oscar.
Karena itu, Bhayangkara akan berusaha mengendalikan pertandingan melalui berbagai aspek permainan.
Fokus tidak hanya diarahkan ketika tim menguasai bola, tetapi juga saat bertahan dan menghadapi duel satu lawan satu.
“Kita harus benar-benar fokus di semua sektor, semua aspek, baik menyerang, bertahan, bahkan individual satu lawan satu,” sambungnya.
Oscar juga menilai kemenangan pada pertandingan pertama akan menjadi modal penting untuk menghadapi perjalanan kompetisi berikutnya.
Setelah melawan Persebaya, Bhayangkara dijadwalkan menghadapi Dewa United pada pekan kedua.