“Kita harusnya bisa mencetak lebih dari dua gol dan seharusnya bisa memenangkan pertandingan,” lanjut Oscar Bruzon yang musim lalu membawa tim asal India, East Bengal FC juara.
Gelandang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Frengky Missa, juga menanggapi kegagalan timnya mengamankan tiga poin.
Ia menyebut pertandingan berlangsung ketat dan memberikan pelajaran penting bagi dirinya maupun tim.
“Pertandingan ini sangat baik buat saya, baik buat tim juga. Pada babak pertama kami unggul dan di kedua kami mencoba mempertahankan itu, tapi mungkin keberuntungan belum berpihak kepada kami,” kata dia.
Hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
The Guardians of Saburai dijadwalkan menjamu Isenmulang FC pada Sabtu 19 September 2026.
“Kami akan belajar agar ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Terkait performanya yang kembali mencuri perhatian, Frengky Missa memilih tidak berlebihan.
Ia menyebut penampilannya merupakan hasil dari upaya menjalankan instruksi yang diberikan pelatih.
“Saya menerapkan instruksi dari pelatih dari luar. Bagaimana harus mengantisipasi bola-bola yang akan datang dengan long ball atau through pass, harus posisi yang baik, body shape. Saya menerapkan itu dengan benar dan baik, jadi saya bisa memenangkan beberapa duel,” tutupnya.
Hasil 2-2 di kandang Dewa United membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC harus melakukan evaluasi, terutama dalam menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Laga kontra Isenmulang FC menjadi kesempatan bagi tim untuk kembali meraih hasil maksimal di hadapan pendukungnya.