BANDAR LAMPUNG – PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB Toll) memastikan kinerja operasional ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar tetap terjaga sepanjang 2026 di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Provinsi Lampung.
Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, mengatakan volume lalu lintas di ruas tol sepanjang 140 kilometer tersebut menunjukkan tren positif, terutama saat akhir pekan, libur panjang, dan hari besar keagamaan.
"Sepanjang tahun 2026, kinerja operasional relatif stabil dan terjaga. Peningkatan volume kendaraan terjadi pada periode-periode tertentu, namun kami tetap mampu menjaga standar pelayanan agar pengguna mendapatkan perjalanan yang aman dan nyaman," ujar Wayan Mandia pada Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, perusahaan terus berupaya menjaga keandalan operasional melalui peningkatan kualitas layanan transaksi, percepatan respons terhadap gangguan lalu lintas, hingga penguatan sistem pemantauan jalan tol.
Lanjutnya,di tengah tingginya aktivitas kendaraan, aspek keselamatan menjadi fokus utama perusahaan. Berbagai langkah dilakukan mulai dari pemeliharaan rutin jalan, pemasangan dan pembaruan rambu serta marka jalan, hingga optimalisasi patroli lapangan.
Wayan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petugas operasional dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga terus diperkuat.
"Kami tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh perangkat keselamatan berfungsi optimal. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama perusahaan," katanya.
Upaya menekan angka kecelakaan juga dilakukan melalui kampanye keselamatan berkendara, operasi simpatik, edukasi pencegahan microsleep, serta patroli rutin yang melibatkan personel Bravo Tol Bakter, Patroli Jalan Raya (PJR), dan unsur bantuan kendali operasi lainnya.
Selama periode libur panjang dan hari besar keagamaan tahun ini, pengelolaan arus kendaraan dinilai berjalan terkendali. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari kesiapan personel, kondisi infrastruktur hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Menurut Wayan, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar perusahaan dalam menyusun strategi pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif pada periode mendatang.
