ORADO KONI Expo Lampung Barat Jadi Ajang Belajar Aturan Domino

ORADO KONI Expo Lampung Barat Jadi Ajang Belajar Aturan, Peserta Dituntut Tak Sekadar Piawai Bermain Domino
Nopriadi - Jumat, 18 Sep 2026 - 10:50 WIB
Turnamen Olahraga Domino (ORADO) dalam rangka KONI Expo Lampung Barat 2026 menjadi ajang peserta mempelajari regulasi pertandingan, termasuk sanksi atas pelanggaran aturan.
Turnamen Olahraga Domino (ORADO) dalam rangka KONI Expo Lampung Barat 2026 menjadi ajang peserta mempelajari regulasi pertandingan, termasuk sanksi atas pelanggaran aturan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Ketua Harian KONI Lampung Barat Padang Prio Utomo yang turut menyaksikan pertandingan mengatakan, ORADO di Lampung Barat masih tergolong baru.

“ORADO ini usianya belum seumur jagung, baru sekitar dua bulan terbentuk di Kabupaten Lampung Barat,” ujar Padang.

Karena itu, menurutnya, pengenalan regulasi menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Pengkab ORADO. Terlebih, Lampung Barat menjadi kabupaten ke-22 di Provinsi Lampung yang telah memiliki kepengurusan ORADO.

“Saya setuju kalau Pengurus Kabupaten Federasi Olahraga Domino mesti aktif sosialisasikan aturan-aturannya,” katanya.

Advertisements

Padang menilai ORADO memiliki potensi besar dari sisi jumlah peminat. Hal itu karena permainan domino atau gaple telah lama dikenal luas oleh masyarakat.

“Seperti kata Pak Bupati, kalau ORADO ini sudah terinformasi sampai ke seluruh pekon di Kabupaten Lampung Barat, maka cabang olahraga ini akan memiliki atlet terbesar. Karena domino atau gaple memang menjadi hobi kebanyakan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pengkab ORADO Lampung Barat Abdul Rosid mengatakan, turnamen tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara bermain domino sebagai hiburan dengan bertanding dalam konteks olahraga prestasi.

Advertisements

“Domino selama ini sangat dekat dengan masyarakat. Tetapi ketika masuk menjadi olahraga prestasi, permainan tersebut memiliki regulasi, wasit, sistem pertandingan dan sanksi yang harus dipahami atlet,” kata Abdul Rosid.

Ia menyebut pengalaman peserta dalam turnamen perdana tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran.

“Jadi jangan hanya belajar bagaimana memenangkan pertandingan, tetapi juga belajar bagaimana bertanding sesuai aturan. Sosialisasi regulasi akan terus kita dorong sampai ke komunitas, pekon dan kecamatan,” ujarnya.

Salah satu wasit turnamen, Suhartono, menjelaskan sejumlah aturan yang harus dipahami peserta. Berdasarkan The Law of Domino 101 Federasi Olahraga Domino Nasional Pasal 13 tentang klasifikasi pelanggaran, terdapat pelanggaran ringan dan pelanggaran berat.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements