BANDAR LAMPUNG — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang melakukan transformasi tata kelola gudang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional dan mendukung keandalan layanan listrik bagi sekitar 937 ribu pelanggan.
Pelanggan tersebut tersebar di tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP) dalam wilayah kerja PLN UP3 Tanjung Karang.
Dengan cakupan layanan tersebut, pengelolaan material menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kebutuhan operasional, pemeliharaan jaringan, hingga penanganan gangguan kelistrikan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Transformasi Gudang UP3 Tanjung Karang mengusung semangat “Transforming Logistics Towards Operational Excellence”.
Melalui konsep tersebut, pengelolaan logistik diarahkan menjadi lebih modern, efisien, terintegrasi, dan terdigitalisasi.
Salah satu penguatan dilakukan melalui penerapan Single Source of Truth (SSOT) for HANA–MIMS.
Sistem tersebut mendukung integrasi data dan informasi material sehingga proses pencatatan, pemantauan, pengendalian, hingga distribusi dapat dilakukan secara lebih akurat dan transparan.
Transformasi tidak hanya menyasar kondisi fisik gudang, tetapi juga mencakup keseluruhan proses bisnis logistik.
Mulai dari penerimaan, penataan, penyimpanan, pencatatan, hingga pengeluaran dan distribusi material ditata agar berlangsung lebih tertib dan efektif.
Dengan pengelolaan tersebut, material yang dibutuhkan untuk berbagai pekerjaan di lapangan diharapkan dapat tersedia sesuai kebutuhan dan waktu, terutama ketika diperlukan untuk kegiatan pemeliharaan maupun penanganan gangguan jaringan.
General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan penguatan tata kelola logistik merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat proses bisnis sekaligus mendukung keandalan layanan kepada pelanggan.
“Transformasi gudang bukan sekadar pembenahan fasilitas, tetapi merupakan bagian dari penguatan proses bisnis PLN. Dengan tata kelola logistik yang semakin baik, kami ingin memastikan kebutuhan material untuk operasional dapat tersedia secara tepat sehingga turut mendukung keandalan jaringan dan percepatan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Noer.