LAMPUNG BARAT – Tegangan listrik yang rendah dan tidak stabil di lingkungan SMKN 1 Waytenong, Kabupaten Lampung Barat, mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kondisi yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir tersebut berdampak pada penggunaan perangkat elektronik, seperti laptop, komputer, dan fasilitas penunjang pembelajaran lainnya.
Kepala SMKN 1 Waytenong, Maria Sari, S.Pd., M.Pd., mengatakan, tegangan listrik yang mengalir ke lingkungan sekolah belakangan ini kerap mengalami penurunan dan tidak stabil. Akibatnya, pemanfaatan perangkat elektronik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan optimal.
“Kondisi tegangan listrik yang rendah ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Kami berharap petugas terkait dapat segera melakukan upaya perbaikan agar tegangan kembali normal dan aktivitas belajar mengajar tidak terganggu,” harapnya.
Menurut Maria, gangguan tersebut tidak hanya menghambat penggunaan sarana pembelajaran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan perangkat elektronik apabila tetap digunakan saat tegangan listrik tidak stabil.
Karena itu, pihak sekolah berharap persoalan tersebut segera ditangani secara serius agar pasokan listrik kembali normal. Dengan begitu, seluruh fasilitas pendukung pembelajaran dapat digunakan secara aman dan optimal.
Sebelumnya, Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Septiadi Kusuma, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan kelistrikan di wilayah tersebut dipengaruhi sejumlah faktor.
Di antaranya, gangguan pada kabel Medium Voltage Twisted Insulated Cable (MVTIC) di jalur Bukit Kemuning–Sumber Jaya serta belum optimalnya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Sumber Jaya.
Septiadi mengatakan, PLN terus mengevaluasi dan melakukan perbaikan sistem kelistrikan untuk mengurangi gangguan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“PLN Liwa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan keandalan, kontinuitas, dan kualitas tegangan listrik bagi masyarakat di wilayah Gedung Surian dan sekitarnya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama masyarakat selama proses penanganan gangguan kelistrikan tersebut.
Dengan adanya keluhan dari pihak sekolah, penanganan gangguan tegangan listrik diharapkan segera ditindaklanjuti. Perbaikan diperlukan agar kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Waytenong tidak terus terganggu dan risiko terhadap perangkat elektronik penunjang pendidikan dapat diminimalkan.