LAMPUNG UTARA – Dugaan penggerebekan terhadap seorang guru yang juga disebut sebagai pengurus Yayasan TK/PAUD Umbul Jambu di Dusun Campur Sari, Kelurahan Kotabumi Tengah, Kabupaten Lampung Utara, menjadi perhatian masyarakat.
Peristiwa yang diduga berkaitan dengan dugaan perselingkuhan tersebut disebut terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 19.40 WIB, seusai salat Isya. Seorang guru berinisial IST diduga berada di lokasi bersama seorang warga setempat berinisial FB.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang mengaku mengetahui kejadian itu, keduanya diduga berada di kantor yayasan ketika penggerebekan berlangsung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua orang tersebut kemudian diamankan oleh aparat kepolisian. Namun, kronologi lengkap serta status penanganan perkara tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Seorang guru yang mengajar di yayasan tersebut, Sarwani, mengatakan bahwa warga telah lama menaruh curiga karena keduanya disebut kerap berada di kantor yayasan pada malam hari.
"Warga memang telah lama curigai terhadap keduanya sering berada di yayasan pada malam hari, sedangkan keduanya bukan pasangan muhrim,” ujar Sarwani, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Sarwani, situasi memuncak setelah suami dari salah satu pihak yang disebut berinisial IST melakukan penggerebekan di kantor TK/PAUD tersebut.
"Warga yang melihat kejadian tersebut memuncak usai suami dari inisial IST melakukan penggerebekan. Bahkan mereka sempat digerebek warga, tengah berada di dalam yayasan PAUD tersebut," kata Sarwani.
Sementara itu, Samosir (78), yang disebut sebagai mertua IST, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa setelah peristiwa itu, anaknya telah mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya.
"Benar kejadian itu, bahkan anak saya telah menggugat cerai terhadap istrinya," ujar Samosir kepada wartawan.
Terpisah, Kepala Bidang TK/PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara sekaligus pembina yayasan, Yeni Sulistina, S.Si., M.M., mengaku baru mengetahui informasi mengenai dugaan penggerebekan tersebut.
Ia mengatakan akan menugaskan kepala seksi (kasi) terkait untuk menelusuri kejadian itu dan memastikan kebenaran informasi yang beredar.