“Untuk mata pelajaran wajib terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Kemudian untuk mata pelajaran pilihan, setiap siswa memilih dua mata pelajaran sesuai dengan bakat dan kemampuannya dari 16 jenis mata pelajaran pilihan,” terangnya.
Puspakirti mengungkapkan, pelaksanaan TKA di SMAN 1 Belalau dilakukan dengan tiga kali pergantian peserta dalam setiap sesi atau hari. Pengaturan tersebut diterapkan karena fasilitas komputer yang tersedia baru mampu melayani dua rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel didukung 20 unit perangkat komputer.
“Di SMAN 1 Belalau, dalam setiap sesi atau setiap harinya dilakukan tiga kali pergantian. Ini karena sarana dan prasarana TKA yang tersedia baru untuk dua rombel, dengan masing-masing rombel sebanyak 20 unit,” jelasnya.
Meski kapasitas perangkat masih terbatas, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti. Pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan dan mengantisipasi kebutuhan perangkat, termasuk menyediakan alternatif penggunaan gawai bagi siswa.
Dari sisi konektivitas, sekolah juga memastikan jaringan internet berjalan baik selama pelaksanaan ujian. Dukungan jaringan Starlink dan Orbit digunakan untuk menjaga kelancaran akses internet yang dibutuhkan dalam pelaksanaan TKA berbasis teknologi.
“Alhamdulillah untuk sinyal kita tidak ada kendala. Begitu juga dengan peralatan elektronik. Karena untuk sinyal kita menggunakan jaringan Starlink dan Orbit,” ujarnya.