PESISIR BARAT – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Ngaras, Polres Pesisir Barat, mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan di Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat.
Kasus tersebut merupakan perkara non-Target Operasi (TO) dalam Operasi Sikat Krakatau 2026. Polisi mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut beserta dua unit telepon seluler (ponsel) yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Perkara tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Ngaras untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Ngaras IPTU Doni Dermawan D.S., Psi., M.M., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut laporan polisi terkait dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/15/VIII/2026/SPKT/Polsek Ngaras/Polres Pesisir Barat/Polda Lampung.
“Polsek Ngaras telah melaksanakan pengungkapan kasus non-TO dalam Operasi Sikat Krakatau 2026 terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Setelah menerima laporan, Tim URC dan Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan pelaku dan barang bukti,” kata Doni.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban, Saipi Irawan, yang bekerja sebagai tukang bangunan, bersama dua saksi menginap di rumah yang tengah dibangun di Jalan Raya Sumber Rejo.
Saat ketiganya sedang tidur, seorang pria tidak dikenal masuk ke kamar korban. Pria tersebut kemudian membangunkan korban dengan alasan hendak menanyakan lokasi penurunan muatan granit yang dibawa sebuah truk.
"Korban kemudian menunjukkan lokasi penurunan granit sebelum pergi ke kamar mandi. Setelah itu, korban menghampiri sopir truk untuk memastikan lokasi penataan material. Korban selanjutnya menuju dapur untuk membuat mi instan dan membawanya ke teras rumah," jelasnya.
Beberapa saat kemudian, korban hendak menggunakan ponselnya. Ia kembali masuk ke kamar untuk mengambil perangkat tersebut. Namun, ponsel miliknya sudah tidak berada di tempat semula.
Korban kemudian membangunkan salah seorang saksi yang tidur di kamar tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui ponsel milik saksi juga telah hilang.
"Korban bersama saksi sempat menanyakan keberadaan kedua ponsel tersebut kepada sopir truk granit," katanya.