PESISIR BARAT — Perairan Kabupaten Pesisir Barat dinilai memiliki potensi gurita yang cukup menjanjikan dan berpeluang besar menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perikanan tangkap di wilayah pesisir setempat.
Melimpahnya hasil tangkapan gurita sepanjang awal 2026 menunjukkan tingginya potensi sumber daya laut yang dimiliki daerah di pesisir Samudra Hindia tersebut.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Pesisir Barat, hasil tangkapan gurita pada Maret 2026 mencapai 72 ton. Jumlah itu menjadi salah satu hasil laut terbesar yang ditangkap nelayan selain ikan tongkol dan layur.
Besarnya hasil tangkapan tersebut dinilai menjadi indikator bahwa perairan Pesisir Barat memiliki habitat laut yang mendukung perkembangan komoditas gurita. Selain itu, permintaan pasar terhadap gurita juga terus meningkat karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Kepala DKPPP Kabupaten Pesisir Barat, Irvan Leonardo Abdullah, melalui Kepala Bidang Perikanan Alex Senandar mengatakan komoditas gurita saat ini menjadi salah satu hasil laut yang memiliki prospek menjanjikan, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
“Potensi gurita di perairan Pesisir Barat cukup besar. Hasil tangkapannya juga terus menunjukkan perkembangan dan permintaan pasar terhadap komoditas ini cukup tinggi,” kata Alex.
Menurutnya, letak geografis Pesisir Barat yang berada langsung di pesisir Samudra Hindia menjadi salah satu faktor utama melimpahnya hasil tangkapan gurita di wilayah tersebut.
Kondisi perairan yang luas dan masih cukup terjaga membuat sumber daya laut di daerah itu tetap produktif.
“Wilayah laut kita memiliki potensi besar karena langsung menghadap Samudra Hindia. Itu menjadi salah satu kekuatan sektor perikanan tangkap, termasuk untuk komoditas gurita,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gurita hasil tangkapan nelayan Pesisir Barat selama ini tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah di luar Lampung yang menjadi pusat distribusi hasil laut.
“Pemasarannya cukup luas, ada yang dikirim ke Bandar Lampung, Jakarta, hingga daerah lainnya melalui pengepul maupun distributor hasil laut,” jelasnya.
Selain didukung potensi sumber daya laut, tingginya aktivitas nelayan di wilayah pesisir juga menjadi faktor penting dalam menjaga produksi gurita tetap stabil.