LAMPUNG BARAT – Gerusan air hujan menyebabkan pondasi jalan penghubung antardesa di Pemangku Sumber Agung, Pekon Karang Agung, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, mengalami kerusakan sepanjang 14 meter.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Peratin Karang Agung, Junaedi Sopantono, A.Md., bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala sekolah SD dan SMP, kepala pemangku (Kadus), serta masyarakat turun langsung meninjau lokasi kerusakan.
Dalam kesempatan itu, Junaedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penanganan awal secara mandiri melalui semangat gotong royong. Langkah tersebut dinilai penting agar kerusakan tidak semakin meluas dan mengganggu akses transportasi masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong melakukan penanganan awal. Jangan sampai kerusakan ini bertambah parah dan mengganggu akses masyarakat," ujar Junaedi.
Selain penanganan sementara, Junaedi berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan drainase di depan dua sekolah yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Menurutnya, aliran air di kawasan itu cukup deras sehingga berpotensi kembali menggerus badan jalan maupun pondasi apabila tidak segera ditangani secara permanen.
"Kami sangat berharap drainase di depan kedua sekolah ini segera dibangun oleh pemerintah daerah. Terlebih, aliran air di hadapan sekolah cukup deras. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan serupa kembali terjadi," tegasnya.
Junaedi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur pekon maupun aset daerah.
Ia memastikan perbaikan talut akan segera dilakukan karena material yang dibutuhkan telah tersedia. Dengan demikian, penanganan kerusakan dapat segera dilaksanakan melalui kerja sama dan gotong royong masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pemangku Sumber Agung, Sulianto, menyampaikan terima kasih kepada Peratin Karang Agung, pihak sekolah, serta kontraktor yang telah membantu menyediakan material untuk perbaikan.
Bantuan tersebut berupa batu, pasir, dan semen yang akan dimanfaatkan untuk pembenahan pondasi jalan yang mengalami kerusakan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Peratin Karang Agung, pihak sekolah, maupun kontraktor yang telah memberikan bantuan material berupa batu, pasir, dan semen. Dengan adanya bantuan tersebut, kami bersama masyarakat bisa segera melakukan pembenahan kerusakan ini secara bergotong royong," ungkap Sulianto.