"Langkah awal yang krusial adalah memastikan posisi kerja yang ergonomis setiap hari," kata Muhtadi.
Ia menyarankan pekerja menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral atau lurus selama beraktivitas. Posisi siku juga dianjurkan membentuk sudut sekitar 90 derajat agar tangan tidak mengalami tekanan berlebihan.
Selain itu, penataan meja dan kursi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta postur tubuh masing-masing pekerja. Pengaturan tempat kerja yang tepat dapat membantu mengurangi ketegangan pada tangan dan pergelangan tangan selama menjalankan pekerjaan.
Muhtadi juga mengingatkan pentingnya menyediakan waktu istirahat di sela-sela aktivitas. Pekerja dianjurkan mengambil jeda setiap 30 hingga 60 menit dengan melakukan peregangan ringan selama satu hingga dua menit.
Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketegangan akibat gerakan berulang. Dengan memperhatikan posisi kerja, mengatur beban aktivitas, serta mengenali gejala sejak dini, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan tangan sekaligus mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang.