LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mendorong perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani kopi. Kemudahan pembiayaan dinilai penting agar petani dapat memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, saat membuka kegiatan sosialisasi dan penyaluran KUR bagi petani kopi di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Selasa (3/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BRI menyalurkan KUR kepada dua penerima dengan total pembiayaan Rp175 juta. Masing-masing Ucok Munandar memperoleh Rp100 juta dan Hermi menerima Rp75 juta.
Mad Hasnurin mengatakan, kemudahan akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat sektor perkebunan kopi yang selama ini menjadi komoditas unggulan Kabupaten Lampung Barat.
Menurutnya, KUR merupakan fasilitas pembiayaan dari pemerintah yang bertujuan membantu pelaku usaha produktif memperoleh tambahan modal dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
Karena itu, ia meminta pihak perbankan tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat agar proses pengajuan KUR dapat berjalan lebih mudah.
“Saya berharap penyaluran KUR semakin mudah diakses, transparan, dan tepat sasaran. Petani yang memiliki usaha produktif harus mendapatkan informasi dan pendampingan agar tidak kesulitan dalam proses pengajuan,” kata Mad Hasnurin.
Ia juga menegaskan bahwa dana KUR harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kapasitas usaha petani. Pemanfaatannya antara lain untuk peremajaan tanaman kopi, pembelian pupuk, peningkatan kualitas hasil panen hingga pengembangan produk olahan kopi.
Mad Hasnurin berharap pembiayaan melalui KUR BRI dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat, khususnya kalangan petani kopi. Dengan tambahan modal, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil perkebunan, serta meningkatkan nilai jual komoditas kopi.
“Kita ingin KUR menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Dengan akses modal yang lebih mudah dan pemanfaatan yang tepat, petani kopi bisa berkembang, usahanya semakin kuat, dan kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.
Selain penyaluran KUR melalui BRI, Bank Lampung SBU Liwa juga menyalurkan pembiayaan kepada dua penerima dalam kegiatan yang sama. Dewi Asih memperoleh KUR sebesar Rp90 juta, sedangkan Megawati menerima Rp50 juta.
Dengan demikian, total pembiayaan KUR yang disalurkan BRI dan Bank Lampung dalam kegiatan tersebut mencapai Rp315 juta kepada empat penerima.