Ia bahkan sempat membagikan kondisi fisiknya melalui media sosial. “Badan rasanya pegal semua, bahkan untuk bangun dari tempat tidur saja terasa sulit,” ungkap Alyssa.
Selain kelelahan, ia juga kembali merasakan nyeri saraf di bagian pinggul atau hip sciatica yang diduga muncul akibat aktivitas padat, termasuk penggunaan sepatu hak tinggi selama menghadiri acara.
Kini, Alyssa memilih untuk lebih banyak beristirahat di rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Ia fokus pada pemulihan kondisi tubuh menjelang proses persalinan, termasuk melakukan pijat ringan dan relaksasi untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Di sisi lain, ia juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut kelahiran anak pertamanya. Momen ini menjadi fase penting dalam kehidupannya bersama Al Ghazali sebagai orang tua.
Sementara itu, terkait konsep intimate wedding di Bali, Maia memilih untuk tidak membocorkan detail acara. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada El dan Syifa untuk berbagi cerita kepada publik setelah acara berlangsung.
“Biar El dan Syifa saja yang nanti menceritakan konsepnya,” kata Maia singkat.
Meski tanpa kehadiran Alyssa, perayaan di Bali diyakini tetap berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan. Di sisi lain, keluarga tetap memprioritaskan kondisi Alyssa yang kini tengah menanti momen penting dalam hidupnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa di tengah kebahagiaan, ada prioritas yang harus dijaga. Bagi Alyssa dan keluarga, kesehatan serta keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi hal utama. (*)