MAKASSAR – Pisang Epe merupakan salah satu kuliner tradisional paling terkenal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jajanan khas ini dikenal karena perpaduan rasa manis dari saus gula aren dengan aroma khas pisang bakar yang menggugah selera.
Di balik tampilannya yang sederhana, Pisang Epe memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Bugis-Makassar. Tak heran jika makanan ini menjadi salah satu ikon wisata kuliner yang selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke Makassar.
Asal Usul Pisang Epe
Kata “epe” berasal dari bahasa Makassar yang berarti “dijepit” atau “dipipihkan”. Nama tersebut menggambarkan proses pembuatannya, yakni pisang yang dibakar kemudian ditekan menggunakan alat penjepit hingga berbentuk pipih.
Setelah dipipihkan, pisang kembali dibakar hingga permukaannya sedikit kering dan mengeluarkan aroma harum yang khas.
Pada awalnya, Pisang Epe hanya dijual oleh pedagang kaki lima di kawasan pantai, terutama di sekitar Pantai Losari. Namun seiring waktu, popularitasnya terus meningkat hingga menjadi salah satu ikon kuliner khas Makassar.
Kini, Pisang Epe tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Ciri Khas Pisang Epe
Keunikan utama Pisang Epe terletak pada tekstur dan cita rasanya. Pisang yang digunakan umumnya adalah pisang kepok setengah matang karena memiliki tekstur padat dan rasa yang tidak terlalu manis.
Setelah dibakar dan dipipihkan, bagian luar pisang menjadi sedikit renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut.
Bahan Saus Pisang Epe
Saus pelengkap Pisang Epe biasanya dibuat dari bahan berikut:
- Gula aren cair
- Air
- Durian
- Nangka
Perpaduan rasa manis, legit, dan aroma bakaran menjadikan Pisang Epe memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan pada kuliner lainnya.
Proses Pembuatan Pisang Epe
Meski terlihat sederhana, pembuatan Pisang Epe membutuhkan ketelitian agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.
Tahapan Membuat Pisang Epe
- Pisang kepok dikupas lalu dibakar di atas bara api.
- Setelah setengah matang, pisang dijepit atau dipipihkan.
- Pisang dibakar kembali hingga permukaannya kecokelatan.
- Saus gula merah dimasak hingga mengental.
- Pisang disajikan dengan siraman saus di atasnya.
Aroma asap dari proses pembakaran menjadi nilai tambah yang membuat Pisang Epe semakin nikmat disantap saat hangat.