Jamaah Haji Pesbar Tiba di Arafah, Kemenhaj-Umrah Pastikan Kondisi Jamaah Terpantau

Kemenhaj-Umrah Pesisir Barat memastikan jamaah haji Kloter JKG 19 mendapat pendampingan maksimal selama fase Armuzna.
Yayan Prantoso - Selasa, 26 Mei 2026 - 10:22 WIB
Jamaah Haji Pesisir Barat telah tiba di Arafah.
Jamaah Haji Pesisir Barat telah tiba di Arafah. - Foto Dok. Kemenhaj-Umrah Pesbar.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARATJamaah haji asal Kabupaten Pesisir Barat yang tergabung dalam Kloter JKG 19 dilaporkan telah tiba di Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Proses pemberangkatan jamaah dari Makkah menuju Arafah berlangsung lancar di bawah pengawasan petugas kloter.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj-Umrah) Pesisir Barat, Hera Rahmawati, S.E., M.M., mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jamaah selama menjalankan tahapan ibadah haji di Tanah Suci, khususnya saat memasuki fase Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

“Alhamdulillah, jamaah haji asal Pesisir Barat yang tergabung dalam Kloter JKG 19 telah sampai di Arafah. Kami terus berkoordinasi dengan petugas kloter untuk memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan dan pendampingan yang maksimal,” kata Hera, Selasa, 26 Mei 2026.

Berdasarkan laporan petugas kloter, pemberangkatan jamaah dari Hotel 702 Hadiqat Al Rose, sektor 7 Misfalah, Makkah, menuju Arafah dimulai pada Minggu, 25 Mei 2026 pukul 13.00 waktu Arab Saudi dan selesai sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Advertisements

Total jamaah dalam Kloter JKG 19 tercatat sebanyak 441 orang yang berasal dari Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, dan Pesisir Barat, Lampung.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 439 jamaah telah tiba di tenda Arafah, sementara dua jamaah menjalani safari wukuf atas nama Rohimah Legimin dan Zuhairiyah. Selain itu, terdapat 89 jamaah yang mengikuti skema murur,” jelasnya.

Hera menambahkan, secara umum kondisi jamaah asal Pesbar dalam keadaan baik. Meski demikian, terdapat beberapa jamaah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk penggunaan kursi roda selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Kami menerima laporan bahwa ada delapan jamaah yang menggunakan kursi roda. Namun seluruhnya tetap mendapatkan pendampingan dari petugas kesehatan maupun petugas kloter lainnya agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Advertisements

Menurutnya, keberadaan petugas kloter sangat penting dalam mendampingi jamaah, terutama saat memasuki tahapan puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Karena itu, koordinasi antara petugas dan jamaah terus diperkuat agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Dalam laporan tersebut, Kloter JKG 19 dipimpin Ketua Kloter Tri Idayana dan didampingi dokter dr. Lia Angelina S, perawat Hendra Dwi S, serta petugas pembimbing ibadah Akhmad Khoiri. Selain itu, terdapat pula petugas haji daerah yang turut mendampingi jamaah selama berada di Tanah Suci.

“Sementara itu, jamaah ditempatkan di Maktab 82 dengan syarikah BTG dan terbagi ke dalam tiga tenda, yakni tenda 1 sebanyak 146 orang, tenda 4 sebanyak 221 orang, dan tenda 5 sebanyak 76 orang,” ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh jamaah asal Pesisir Barat dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Idul Adha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements