LAMPUNG BARAT – UPTD Puskeswan Sukau-Lumbok Seminung memastikan hewan qurban yang disembelih di wilayah Kecamatan Sukau dan Lumbok Seminung dalam kondisi sehat serta aman dikonsumsi masyarakat. Kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan postmortem di sejumlah titik penyembelihan hewan qurban.
Kepala UPTD Puskeswan Sukau-Lumbok Seminung, Herman, mengatakan pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim kesehatan hewan pada hari pelaksanaan penyembelihan qurban di beberapa lokasi, di antaranya Bandar Baru dan Pekon Tanjung Raya.
Menurut Herman, pemeriksaan postmortem dilakukan dengan mengecek organ dalam hewan setelah penyembelihan guna memastikan tidak terdapat penyakit maupun parasit berbahaya yang dapat memengaruhi kualitas daging.
“Hari ini kami dari UPTD Keswan Sukau dan Lumbok Seminung melakukan pemeriksaan postmortem di tiga titik penyembelihan, di Bandar Baru dan Tanjung Raya. Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan cacing hati maupun indikasi penyakit berbahaya lainnya,” kata Herman.
Ia menjelaskan, pemeriksaan postmortem menjadi bagian penting dalam pengawasan kesehatan hewan qurban agar daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi.
Selain memeriksa organ hati, petugas juga melakukan pengecekan terhadap paru-paru, limpa, serta beberapa organ vital lainnya untuk memastikan tidak ada tanda infeksi maupun penyakit menular.
“Pemeriksaan ini penting agar masyarakat merasa aman dan tenang dalam mengonsumsi daging qurban. Sejauh ini hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi hewan qurban sehat,” ujarnya.
Herman menambahkan, pengawasan kesehatan hewan qurban dilakukan mulai dari pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan hingga pemeriksaan postmortem setelah pemotongan dilakukan.
Ia juga mengapresiasi panitia qurban dan masyarakat yang dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung sehingga petugas dapat bekerja maksimal di lapangan.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, UPTD Puskeswan Sukau-Lumbok Seminung memastikan pelaksanaan qurban di wilayah tersebut berjalan aman dari ancaman penyakit hewan menular maupun parasit berbahaya.
“Kami berharap masyarakat tetap memperhatikan kebersihan dalam pengolahan daging qurban agar kualitas dan kesehatan pangan tetap terjaga,” pungkas Herman.


