Saat ini terdapat sekitar 15 Program Studi Bahasa Prancis di seluruh Indonesia yang siap menyuplai tenaga pengajar kompeten ke sekolah-sekolah.
"Bagaimanapun juga sepanjang kuliah kan memang dibekali dengan bidang pedagogik pengajaran Bahasa Prancis. Jadi kalau dari kesiapan alumni sebagai pengajar, insyaallah mereka siap semua," tegas Rini.
Kebijakan baru ini juga diproyeksikan akan mengubah peta penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.
Selama ini, Prodi Pendidikan Bahasa Prancis Unila membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru secara ketat di angka 35 hingga 40 mahasiswa per tahun demi menjaga rasio ideal akreditasi dengan jumlah enam dosen yang ada saat ini.
Namun, jika regulasi dari pusat ini resmi berjalan, Unila siap membuka pintu lebih lebar bagi calon mahasiswa.
"Tentu ke depan, terutama tahun depan, Unila akan membuka peluang lebih banyak untuk mahasiswa baru masuk ke Prodi Bahasa Prancis. Kuotanya pasti akan ditambah, tentu dengan pertimbangan jumlah dosen juga harus ditambah agar tetap mempertimbangkan keidealan antara banyaknya mahasiswa dengan jumlah dosen yang mengajar," tambahnya.
Menghadapi instruksi besar ini, Setia Rini menyarankan sejumlah langkah taktis yang harus segera diambil oleh pihak terkait.
Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus segera memetakan kebutuhan guru Bahasa Prancis di seluruh Indonesia sekaligus menyiapkan program pelatihan intensif serta sertifikasi.
Kedua, adaptasi kurikulum di sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual.
Pembelajaran jangan sampai terjebak pada teori tata bahasa yang monoton di dalam kelas, melainkan fokus pada bagaimana siswa dapat menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan nyata untuk menunjang karier atau studi mereka di masa depan.
Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah memperluas kolaborasi internasional. Pemerintah Indonesia perlu menggandeng Kedutaan Besar Prancis di Jakarta melalui _Institut Français d'Indonésie_ (IFI) serta negara-negara Frankofon atau pengguna Bahasa Prancis.
Kerja sama ini sangat dinantikan untuk mendukung penyediaan materi ajar, program beasiswa, hingga pertukaran tenaga ahli.


