JAKARTA – Polemik pembagian harta gono-gini antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik. Meski keduanya telah resmi berpisah, persoalan pembagian aset bersama ternyata belum sepenuhnya selesai dan kini memasuki babak baru yang lebih kompleks.
Pihak Sarwendah mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa sejumlah aset yang diterimanya dalam pembagian harta bersama ternyata tidak berada dalam kondisi bebas kewajiban. Salah satu aset yang menjadi sorotan adalah rumah yang sebelumnya telah disepakati sebagai bagian yang diterima Sarwendah.
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, diungkapkan bahwa rumah tersebut masih menjadi jaminan di lembaga perbankan dan dibebani utang bernilai besar. Kondisi itu membuat pihak Sarwendah merasa dirugikan karena status aset tersebut dinilai tidak disampaikan secara utuh sejak awal proses pembagian dilakukan.
Menurut Chris, fakta mengenai kondisi rumah baru diketahui setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut. Temuan tersebut membuat kliennya merasa kecolongan karena aset yang diterima masih memiliki kewajiban finansial yang belum diselesaikan.
Persoalan semakin rumit setelah rumah yang menjadi bagian dari pembagian harta bersama itu disebut telah masuk kategori kredit bermasalah.
Status tersebut memunculkan kekhawatiran bagi Sarwendah yang hingga kini masih menempati salah satu rumah tersebut bersama anak-anaknya. Dengan kondisi kredit yang belum terselesaikan, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan persoalan hukum maupun tindakan dari pihak kreditur apabila kewajiban pembayaran tidak segera dipenuhi.
Meski demikian, Sarwendah disebut berupaya mencari jalan keluar agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Tim kuasa hukumnya mengungkapkan bahwa ibu tiga anak itu bahkan sempat menawarkan diri untuk melunasi seluruh kewajiban yang masih melekat pada rumah tersebut.
Namun, Sarwendah mengajukan syarat agar setelah pelunasan dilakukan, status kepemilikan rumah segera dibalik nama sehingga memberikan kepastian hukum atas aset yang menjadi haknya.
Sayangnya, proses penyelesaian tersebut disebut tidak berjalan mulus. Pihak Sarwendah mengungkapkan bahwa upaya mencari solusi justru menemui hambatan akibat perbedaan pandangan terkait tanggung jawab pembayaran utang yang masih tersisa.
Situasi ini membuat persoalan pembagian harta bersama belum menemukan titik terang meskipun komunikasi antara kedua pihak masih terus berlangsung.
Selain masalah rumah, tim hukum Sarwendah juga mengungkap adanya persoalan lain yang berkaitan dengan aset kendaraan.
Salah satu mobil mewah yang secara fisik disebut berada dalam penguasaan Ruben Onsu dikabarkan masih memiliki kewajiban pembiayaan yang justru ditagihkan kepada Sarwendah.