LAMPUNG BARAT – Kekhawatiran menyelimuti warga Pemangku Karya Jaya, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, setelah pemasangan kabel dan selang jaringan telekomunikasi diduga dilakukan tanpa memperhatikan tata lingkungan.
Instalasi jaringan yang melintang di saluran drainase disebut memicu penyumbatan aliran air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Warga menilai keberadaan kabel di jalur air membuat sampah dan lumpur mudah tersangkut. Kondisi itu menyebabkan aliran air tertahan hingga meluap ke area permukiman.
Debit air yang meningkat kemudian menghantam pondasi dan talud rumah warga di sekitar lokasi.
Salah seorang warga, Al Fajri, mengaku air tidak lagi mengalir lancar ketika hujan deras turun karena tersangkut kabel jaringan yang berada di saluran drainase.
Menurutnya, tekanan air yang terus menghantam dinding rumah menyebabkan retakan semakin melebar dari waktu ke waktu.
Ia khawatir kerusakan akan semakin parah apabila tidak segera dilakukan penanganan.
“Kalau hujan deras, air tertahan di drainase karena kabel. Tekanan air langsung menghantam dinding rumah dan retaknya makin besar,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel jaringan terlihat berada tepat di jalur drainase lingkungan. Tumpukan sampah dan endapan lumpur juga tampak menghambat aliran air di sekitar instalasi kabel tersebut.
Warga menilai pemasangan jaringan telekomunikasi dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan permukiman.
Mereka juga mempertanyakan pengawasan teknis dari pihak penyedia layanan maupun instansi terkait terhadap pembangunan infrastruktur utilitas di kawasan padat penduduk dan rawan banjir.
Warga lainnya menyebut kerusakan tidak lagi hanya berupa retakan dinding. Struktur penyangga rumah mulai terkikis akibat terjangan air yang terjadi berulang kali.