BANDAR LAMPUNG – Upaya mengurangi kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan batu bara di Provinsi Lampung terus diperkuat melalui pengembangan transportasi logistik berbasis kereta api.
Sejumlah proyek strategis pembangunan dan peningkatan jaringan rel dari Sumatera Selatan menuju Lampung saat ini tengah dipersiapkan dengan total nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp31 triliun.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan program pengembangan kereta api logistik yang sebelumnya telah direncanakan kini kembali dilanjutkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan sebagian besar distribusi batu bara dari jalan raya ke jalur kereta api sehingga dapat mengurangi beban infrastruktur jalan.
Menurut Bambang, proyek tahap awal telah berjalan dengan nilai investasi sekitar Rp4,1 triliun yang menghubungkan Kota Palembang dan Kota Lahat di Provinsi Sumatera Selatan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik di wilayah Sumatera.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan pembangunan jalur ganda atau double track dari perbatasan Sumatera Selatan menuju Lampung. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut kereta logistik sekaligus mempercepat distribusi barang.
"Program yang lama kembali dilanjutkan. Nanti angkutan batu bara diharapkan lebih banyak menggunakan kereta api sehingga tidak lagi membebani jalan raya," kata Bambang, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menyiapkan rencana pembangunan jalur kereta api dari Tegineneng menuju Tarahan yang akan terkoneksi dengan kawasan Bandara Radin Inten II serta Jalan Tol Trans Sumatera.
Proyek tersebut dirancang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sehingga tidak bergantung pada pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski nilai investasi keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp31 triliun, saat ini pengembangannya masih berada pada tahap penawaran kepada investor serta penyusunan berbagai persiapan teknis.
Di sisi lain, pembangunan jalur kereta api baru juga diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kereta di wilayah Kota Bandarlampung. Selama ini, jalur eksisting digunakan secara bersamaan oleh kereta penumpang dan kereta barang, termasuk angkutan batu bara.
Salah seorang pegawai PT KAI yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun jalur khusus untuk kereta logistik, terutama angkutan batu bara.