Tekan Inflasi, Pemkab Lampung Barat dan Bulog Gelar Penetrasi Pasar di 6 Kecamatan

Gerakan penetrasi pasar digelar sepanjang Juni 2026 dengan menyediakan beras SPHP, Minyakkita, dan gula murah bagi masyarakat.
Lusiana Purba - Rabu, 10 Jun 2026 - 09:45 WIB
Pemkab Lambar Siapkan Beras SPHP dan Minyakkita Murah untuk Kendalikan Inflasi
Pemkab Lambar Siapkan Beras SPHP dan Minyakkita Murah untuk Kendalikan Inflasi - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di enam kecamatan sepanjang Juni 2026.

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopdag) Lampung Barat tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat di tengah dinamika harga pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopdag Lampung Barat, Seno Susanto, SH, MM, mewakili Kepala Diskopdag Syafaruddin, SPd, MPdI, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi tingkat Provinsi Lampung yang digelar pada 5 Juni 2026.

Menurutnya, gerakan penetrasi pasar menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok yang berpotensi memicu inflasi daerah.

Advertisements

"Program ini dilaksanakan secara serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dengan melibatkan Bulog. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Seno, Rabu (10/6).

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkab Lampung Barat telah mengajukan permohonan fasilitasi kepada Bulog Cabang Lampung Utara guna menyediakan sejumlah komoditas strategis yang akan dipasarkan langsung kepada masyarakat.

Berdasarkan usulan kebutuhan yang diajukan, total komoditas yang disiapkan meliputi:

  • 450 dus minyak goreng Minyakkita
  • 120 sak beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
  • 8 dus gula pasir

Seluruh komoditas tersebut akan didistribusikan secara bertahap sesuai jadwal pelaksanaan di masing-masing lokasi.

Advertisements

Kegiatan penetrasi pasar dimulai di Pasar Sekincau pada 10 Juni 2026 dan berlanjut di Pasar Simpang Luas pada 11 Juni 2026. Selanjutnya program digelar di Pasar Kenali pada 17 Juni, Pasar Liwa pada 19 Juni, Pasar Sumberjaya pada 23 Juni, dan ditutup di Pasar Kebun Tebu pada 24 Juni 2026.

Pada setiap lokasi, Bulog menyediakan sekitar 75 dus minyak goreng dan 20 sak beras SPHP. Sementara jumlah gula pasir disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, yakni antara satu hingga dua dus.

Adapun harga komoditas yang ditawarkan kepada masyarakat adalah:

  • Minyak goreng Minyakkita: Rp15.500 per liter
  • Beras SPHP: Rp58.000 per kemasan 5 kilogram
  • Gula pasir: Rp17.500 per kilogram

Seno menjelaskan, penetrasi pasar tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan meningkatnya pasokan di tingkat konsumen, harga komoditas strategis diharapkan tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang membebani masyarakat.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements