BANDAR LAMPUNG - Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan ringan di hadapan Prabowo Subianto saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk memanggilnya dengan sebutan “kanda” sebagai bentuk keakraban.
Menurut Bahlil, panggilan “kanda” dan “dinda” merupakan tradisi yang sudah lama digunakan di lingkungan HIPMI untuk menciptakan suasana egaliter dan kekeluargaan.
“Kalau Bapak berkenan saya izin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutur Bahlil di kutip dari Siaran langsung YouTube Channel HIPMI TV pada Rabu, 10 Juni 2026.
Candaan tersebut disambut hangat oleh para peserta Munas XVIII HIPMI. Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum nasional pengusaha muda ini dinilai menambah semangat dan legitimasi agenda strategis organisasi dalam merumuskan arah kebijakan kewirausahaan ke depan.
Selain berkelakar, Bahlil juga menyampaikan pernyataan penting terkait kebijakan energi nasional.
Ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak subsidi maupun LPG subsidi dalam waktu dekat.
“Saya pikir itu. Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden,” terang Bahlil.
Bahlil secara khusus menegaskan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar tetap dijaga stabil demi melindungi daya beli masyarakat.
Namun, dalam kesempatan tersebut ia tidak memberikan tanggapan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green 95.
Sebagaimana diketahui, pada 10 Juni 2026, sejumlah badan usaha penyedia BBM, baik milik negara seperti PT Pertamina (Persero) maupun perusahaan swasta, secara serentak melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi.
Kebijakan tersebut langsung menjadi sorotan publik, terutama di tengah dinamika ekonomi nasional.