PESISIR BARAT – Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hingga kini masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meski sebagian wilayah di Provinsi Lampung diprediksi mulai memasuki musim kemarau.
Kondisi cuaca yang masih belum stabil membuat masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesbar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca. Selain hujan deras, cuaca ekstrem juga diperkirakan dapat disertai petir dan angin kencang yang berisiko memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Kepala BPBD Pesbar, Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengatakan pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap siaga dan memperhatikan perkembangan cuaca dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, meski saat ini sudah mulai memasuki masa peralihan musim, curah hujan di wilayah Pesbar masih tergolong tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.
“Meski saat ini diprediksi sudah mulai memasuki musim kemarau, namun wilayah Pesbar masih berpotensi terjadi hujan deras yang bisa disertai petir dan angin kencang. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” katanya.
Ia menjelaskan, peringatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari informasi dan peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pesbar.
Karena itu, BPBD terus meningkatkan koordinasi bersama pemerintah pekon dan kecamatan guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor maupun dekat aliran sungai diminta lebih berhati-hati saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama.
Selain itu, warga juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi hujan disertai petir dan angin kencang karena berisiko terjadi pohon tumbang.
“Kami meminta masyarakat agar segera berkoordinasi dengan aparatur pekon, kecamatan maupun BPBD apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di wilayah masing-masing. Langkah cepat sangat penting agar penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.
BPBD Pesbar juga mengingatkan para nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan pesisir agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.