BANDAR LAMPUNG — Serikat Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Panjang (SB-TKBM PP) resmi menggelar pengesahan dan pengukuhan Dewan Pengurus untuk masa bakti 2026–2031.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan konferensi pers dan dihadiri oleh jajaran pengurus, dewan penasihat, serta perwakilan buruh TKBM di kawasan Pelabuhan Panjang, Selasa 05 Mei 2026.
Pengukuhan ini menandai penguatan konsolidasi organisasi buruh di wilayah Bandar Lampung, sekaligus menegaskan komitmen serikat dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak buruh bongkar muat.
Adapun susunan Dewan Pengurus SB-TKBM PP yang dikukuhkan adalah sebagai berikut:
- Ketua: Suganda
- Sekretaris: Pulung
- Bendahara: Juanda
- Wakil Ketua I: Kusni
- Wakil Sekretaris I: Marzuki
Ketua Dewan Penasihat SB-TKBM PP, Ahmad Kennedy, menjelaskan bahwa pembentukan serikat ini merupakan kelanjutan dari proses deklarasi yang sebelumnya telah dilakukan oleh forum buruh di Pelabuhan Panjang.
“Alhamdulillah, pada hari ini, Selasa 5 Mei, kita sudah mendeklarasikan dan membentuk serikat buruh TKBM di seluruh Pelabuhan Panjang. Ini merupakan langkah penting untuk menyatukan buruh dalam satu wadah resmi,” ujarnya.
Ketua SB-TKBM PP, Suganda, menegaskan bahwa tujuan utama pendirian serikat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi sesuai dengan regulasi pemerintah.
“Serikat ini didirikan untuk mensejahterakan buruh dan memperjuangkan hak-haknya sesuai aturan pemerintah. Jika ada buruh yang memiliki permasalahan, pasti akan kita bela dan perjuangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Suganda.
Usai dilantik, Suganda juga memaparkan target jangka pendek dan menengah organisasi. Menurutnya, SB-TKBM PP akan berperan aktif dalam proses negosiasi terkait upah dan kondisi kerja buruh.
“Target kita jelas, mensejahterakan buruh. Untuk persoalan upah-upah, nanti serikat yang akan melakukan negosiasi sesuai dengan aturan yang sudah ada,” katanya.
Terkait keanggotaan, Suganda mengungkapkan bahwa saat ini jumlah buruh TKBM yang telah bergabung mencapai lebih dari 400 orang dan masih berpotensi bertambah.
“Yang sudah bergabung saat ini sekitar 400 orang lebih, dan masih ada yang menyusul,” ujarnya.