Gaji Perangkat Desa Lampung Utara Tertunggak Empat Bulan, BPKAD Janji Cairkan Dua Bulan

BPKAD Lampung Utara memastikan pembayaran gaji perangkat desa mulai diproses, namun baru mampu mencairkan dua bulan terlebih dahulu.
Hasan Saputra - Rabu, 17 Jun 2026 - 22:26 WIB
Perangkat Desa di Lampung Utara Keluhkan Gaji Empat Bulan Belum Dibayar
Perangkat Desa di Lampung Utara Keluhkan Gaji Empat Bulan Belum Dibayar - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG UTARA – Gaji perangkat desa di Kabupaten Lampung Utara yang menunggak selama empat bulan mulai diproses untuk dibayarkan. Namun, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Utara menyebutkan bahwa untuk sementara hanya dua bulan gaji yang dapat dicairkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD Lampung Utara, Iskandar Helmi, mengatakan proses pembayaran sedang berlangsung pada Rabu (17/6/2026).

"Hari ini telah diproses. Namun baru bisa dibayarkan dua bulan," kata Iskandar Helmi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena harus segera meninggalkan lokasi untuk menghadiri kegiatan pengajian akbar.

Advertisements

Sebelumnya, keterlambatan pembayaran gaji perangkat desa menjadi sorotan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Lampung Utara pada Selasa (16/6/2026).

Sejumlah perangkat desa mengaku kecewa karena di tengah berbagai rangkaian perayaan daerah, mulai dari hiburan rakyat, perlombaan hingga kehadiran artis, hak mereka sebagai aparatur pemerintahan desa belum juga dibayarkan.

Salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait pembayaran gaji yang tertunda tersebut.

"Kok bisa-bisanya Pemkab Lampung Utara menggelar berbagai hiburan dan perlombaan, namun gaji kami sebagai aparat desa sampai sekarang tidak ada kejelasan," ujarnya.

Advertisements

Menurutnya, keterlambatan pembayaran tersebut sangat memengaruhi kondisi ekonomi para perangkat desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat desa.

"Terkadang kami sebagai perangkat desa merasa sedih. Hak kami diabaikan, padahal kami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan perangkat desa lainnya. Mereka mengaku harus tetap memenuhi kebutuhan keluarga di tengah belum cairnya gaji selama empat bulan terakhir.

"Kami juga punya kebutuhan. Ada anak yang membutuhkan susu dan tanggung jawab keluarga yang harus kami penuhi," ujar salah satu perangkat desa.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT Bandar Lampung

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements