Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Tati Sulastri, menjelaskan bahwa seluruh usulan yang diajukan kepada kementerian telah melalui proses pemetaan dan verifikasi lapangan secara menyeluruh.
Dengan demikian, data yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi riil sekolah serta kebutuhan yang paling mendesak untuk segera ditangani.
"Seluruh usulan sudah melalui proses identifikasi dan verifikasi oleh tim teknis. Kami ingin memastikan bantuan yang nantinya diberikan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan sekolah," kata Tati.
Menurutnya, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Lampung Barat, mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah dasar.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap program revitalisasi sarana pendidikan yang telah diajukan.
"Kami berharap usulan revitalisasi untuk klaster PAUD dan sekolah dasar dapat diakomodasi oleh kementerian. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, program 5 Aksi dan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan yang selama ini dijalankan di Lampung Barat akan semakin optimal," ujarnya.
Audiensi tersebut mendapat respons positif dari pihak kementerian. Pemkab Lampung Barat berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat membuka peluang lebih besar untuk memperoleh bantuan revitalisasi sekolah pada tahun anggaran mendatang.
Apabila usulan tersebut terealisasi, ratusan siswa di berbagai kecamatan akan merasakan manfaat langsung berupa ruang belajar yang lebih aman dan nyaman, fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, serta dukungan teknologi yang menunjang proses pembelajaran modern.
Pemkab Lampung Barat optimistis sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik, sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
