Ribuan Hewan Kurban di Lampung Barat Dipotong, Disbunnak Temukan Kasus Cacing Hati

Sebanyak 2.298 hewan kurban dipotong di Lampung Barat. Disbunnak menemukan tujuh kasus cacing hati pada sapi kurban.
Lusiana Purba - Kamis, 28 Mei 2026 - 09:06 WIB
Petugas Dinas Perkebunan dan Peternakan Melakukan Pemeriksaan Postmortem hewan kurban di Masjid Riyadus Sholihin, Lingkungan Taman Jaya, Kecamatan Balik Bukit.
Petugas Dinas Perkebunan dan Peternakan Melakukan Pemeriksaan Postmortem hewan kurban di Masjid Riyadus Sholihin, Lingkungan Taman Jaya, Kecamatan Balik Bukit. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kabupaten Lampung Barat berlangsung ramai pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hingga Rabu (tanggal menyesuaikan) pukul 16.00 WIB, ribuan hewan kurban telah dipotong di sejumlah pekon dan masjid.

Berdasarkan data sementara Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Barat, jumlah hewan kurban yang telah dipotong mencapai 2.298 ekor.

Rinciannya meliputi:

  • 536 ekor sapi
  • 1.757 ekor kambing
  • 5 ekor domba

Kepala Disbunnak Lampung Barat, Yudha Setiawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

Advertisements

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak konsumsi.

“Petugas kami turun langsung ke lokasi pemotongan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Sampai pukul 16.00 WIB, secara umum kondisi hewan kurban sehat dan layak dikonsumsi,” ujarnya.

Meski secara umum kondisi hewan kurban dinyatakan sehat, petugas menemukan tujuh kasus cacing hati pada sapi kurban di Kecamatan Balik Bukit saat pemeriksaan post mortem.

Yudha menjelaskan, organ hati yang terinfeksi langsung dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat. Sementara bagian daging lainnya dipastikan tetap aman.

Advertisements

“Ada tujuh kasus cacing hati yang ditemukan. Namun hanya organ hati yang terinfeksi yang dimusnahkan, sementara daging lainnya tetap aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, munculnya cacing hati pada ternak umumnya dipengaruhi lingkungan penggembalaan yang lembap dan tercemar.

Karena itu, para peternak diminta lebih memperhatikan kebersihan kandang serta pola pemeliharaan hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, Disbunnak Lampung Barat juga memberikan edukasi kepada panitia kurban terkait penanganan daging secara higienis.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Idul Adha 3 Idul Adha 2 Idul Adha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements