PESISIR BARAT – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di tanjakan Tiga Bersaudara, Pekon Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (12/5) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebuah truk tronton bermuatan pupuk NPK seberat sekitar 22 ton terguling setelah diduga mengalami rem blong saat melintasi turunan tajam di lokasi tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pengemudi truk dilaporkan selamat tanpa mengalami luka meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan dan sisi kiri.
Kapolsek Ngaras, Iptu Doni Dermawan D., S.Psi., M.M., mengatakan kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan truk R6 Hino Tronton warna hijau bernomor polisi BM 9927 ZU yang membawa pupuk NPK dari arah Bandar Lampung menuju Bengkulu.
“Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, kendaraan melaju dari arah Bandar Lampung menuju Bengkulu. Saat tiba di turunan tajam kawasan tanjakan Tiga Bersaudara, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga sopir kehilangan kendali dan kendaraan masuk ke tepi jurang lalu terguling ke sebelah kiri,” katanya.
Akibat kecelakaan tersebut, kaca depan truk pecah dan sebagian muatan pupuk NPK tumpah berserakan di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, pintu sebelah kiri kendaraan juga mengalami kerusakan serius akibat benturan saat truk terguling.
Pengemudi truk diketahui bernama Irwansyah (56), warga Desa Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat.
Meski kendaraan yang dikemudikannya masuk ke tepi jurang, Irwansyah berhasil selamat tanpa luka.
Menurut polisi, kondisi jalan di lokasi kejadian dalam keadaan baik. Namun, jalur tersebut memiliki kontur menurun tajam dan dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
Saat kejadian, cuaca dilaporkan cerah menjelang sore dan rambu-rambu lalu lintas di kawasan tersebut juga tersedia.
“Jalan di lokasi merupakan jalur menurun dan terdapat rambu-rambu lalu lintas. Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat kendaraan mengalami gangguan pengereman atau rem blong,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan arus lalu lintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan pendataan terhadap korban dan saksi-saksi.