Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa banjir masih menjadi persoalan klasik di Jakarta. Bahkan, kawasan yang tergolong elite pun tidak luput dari ancaman genangan.
Selain merusak bangunan dan perabotan, banjir juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat air yang tercampur limbah.
Respons publik pun bermunculan di media sosial. Banyak warganet menyampaikan dukungan kepada Katon, sekaligus mengaku mengalami kejadian serupa di wilayah lain di Jakarta.
Hal ini menunjukkan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Dengan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi, risiko banjir diperkirakan akan meningkat. Karena itu, langkah mitigasi yang terencana menjadi kunci untuk meminimalkan dampak ke depan.
Katon berharap, kejadian yang dialaminya dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang, sehingga warga tidak lagi dirugikan setiap musim hujan.