Rumah Terendam Banjir, Katon Bagaskara Desak Pemprov DKI Cari Solusi Permanen

Banjir akibat hujan deras rendam rumah Katon Bagaskara, soroti perlunya solusi permanen dan perbaikan sistem drainase Jakarta.
Lusiana Purba - Selasa, 05 Mei 2026 - 15:50 WIB
Katon Bagaskara.
Katon Bagaskara. - Foto istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

JAKARTA – Musisi Katon Bagaskara kembali menghadapi banjir yang merendam kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Senin, 4 Mei 2026.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan sejumlah titik mengalami genangan, termasuk rumah Katon. Kondisi tersebut ia bagikan melalui media sosial pribadinya.

Dari video yang diunggah, terlihat air telah menggenangi hampir seluruh bagian rumah, mulai dari ruang utama hingga kamar mandi. Air bahkan terus mengalir dari berbagai arah, sehingga situasi sulit dikendalikan.

Katon mengaku terkejut dengan cepatnya air masuk ke dalam rumah. Ia menyebut, peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, namun intensitas banjir kali ini terasa lebih parah dibanding sebelumnya.

Advertisements

Genangan air diduga berasal dari luapan Kali Grogol yang berada tidak jauh dari lokasi rumahnya. Curah hujan tinggi membuat debit air meningkat drastis hingga sungai tidak mampu menampung volume air.

Akibatnya, air meluap ke kawasan permukiman warga. Selain itu, Katon juga menyinggung kemungkinan adanya tambahan aliran dari limbah atau buangan air di sekitar sungai yang memperparah kondisi.

Air tidak hanya menggenangi lantai rumah, tetapi juga masuk ke area kamar mandi hingga memenuhi bathtub. Hal ini menunjukkan sistem drainase di kawasan tersebut belum optimal saat hujan berintensitas tinggi.

Melihat kondisi tersebut, Katon menyampaikan kekhawatirannya jika banjir terus terjadi setiap musim hujan. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

Advertisements

Dalam unggahannya, Katon secara langsung menyampaikan harapannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar persoalan banjir mendapat perhatian serius.

“Harapannya tentu ada solusi nyata, supaya kejadian seperti ini tidak terus terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah Kebayoran Baru seharusnya tidak lagi menjadi kawasan rawan banjir mengingat lokasinya yang strategis di ibu kota.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan sistem pengelolaan air, termasuk normalisasi sungai dan pengendalian aliran air dari kawasan sekitar. Penanganan banjir, kata dia, tidak cukup bersifat sementara, tetapi harus menyeluruh dan berkelanjutan.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements