Menurut Eva, Bandar Lampung tidak hanya ditargetkan menjadi kota terbaik di Sumatera, tetapi juga mampu sejajar dengan kota-kota maju di Pulau Jawa.
"Harapan kita, pembangunan dan segala sesuatunya yang terbaik seperti yang ada di Pulau Jawa sana," ujarnya.
Terkait penanganan banjir, Eva menjelaskan Pemkot Bandar Lampung saat ini memprioritaskan normalisasi serta perbaikan sungai di berbagai titik. Ia juga berharap Ombudsman dapat membantu menyampaikan aspirasi pemerintah daerah kepada pemerintah pusat agar dukungan terhadap program penanganan banjir semakin optimal.
"Bunda Eva atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung memohon doa supaya pembangunan sungai-sungai yang ada di Kota Bandar Lampung dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kolaborasi dengan pemerintah pusat bisa mempercepat penanganannya," kata Eva.
Menurutnya, kondisi geografis Bandar Lampung membuat wilayah tersebut kerap menerima limpahan air saat hujan deras mengguyur Kabupaten Pesawaran maupun Kabupaten Lampung Selatan. Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung tetap bertanggung jawab menangani dampak yang terjadi di wilayahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bandar Lampung telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk membangun embung sebagai pengendali banjir.
Eva berharap pembangunan embung tersebut dapat terealisasi pada 2026 hingga 2027 sehingga persoalan banjir di Kota Bandar Lampung dapat berkurang secara signifikan.
"Kita sudah berkolaborasi dengan Pesawaran dan Lampung Selatan. Insya Allah nanti ada embung di Lampung Selatan dan Pesawaran. Mohon doanya mudah-mudahan 2026–2027 bisa terealisasi sehingga ke depan Kota Bandar Lampung tidak ada lagi banjir," tutup Eva.