Namun, tantangan muncul ketika Huawei memasarkan perangkatnya ke luar China, termasuk Indonesia dan berbagai negara Eropa, di mana layanan Google masih menjadi kebutuhan utama pengguna.
GBox, Mesin Virtual untuk Mengakses Layanan Google
Solusi pertama yang digunakan Huawei adalah GBox.
Secara teknis, GBox bekerja sebagai virtual machine atau mesin virtual yang menjalankan lingkungan sistem operasi tambahan di dalam perangkat Huawei.
Melalui mekanisme tersebut, identitas perangkat dapat dikenali sebagai perangkat Android lain yang mendukung Google Mobile Services.
Dengan pendekatan ini, proses login akun Google maupun penggunaan sejumlah aplikasi menjadi lebih mudah dilakukan.
MicroG Menggantikan Google Play Services
Setelah proses login berhasil, tantangan berikutnya adalah tidak adanya Google Play Services bawaan.
Untuk mengatasinya, Huawei memanfaatkan MicroG, proyek open-source yang dikembangkan sebagai pengganti Google Mobile Services.
MicroG memungkinkan berbagai fungsi penting tetap berjalan, di antaranya:
- Sinkronisasi akun Google.
- Notifikasi aplikasi.
- Layanan lokasi berbasis GPS.
- Verifikasi sejumlah layanan Google.
Berkat MicroG, banyak aplikasi yang bergantung pada layanan Google tetap dapat digunakan secara normal di perangkat Huawei.
Peran Fibonas dalam Instalasi Aplikasi
Komponen berikutnya adalah Fibonas, yang berfungsi sebagai penghubung antara Huawei AppGallery dengan sumber aplikasi pihak ketiga.
Ketika pengguna mencari aplikasi seperti YouTube atau WhatsApp di AppGallery, Fibonas membantu menemukan file instalasi APK dari repositori eksternal yang kompatibel.
Menurut Huawei, aplikasi yang tersedia melalui mekanisme tersebut telah melalui proses penyaringan untuk meminimalkan risiko malware maupun perangkat lunak berbahaya.