BANDAR LAMPUNG - JNE menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden pembegalan yang menimpa salah satu kurirnya, Hasan Alnazhari, saat menjalankan tugas pengantaran pada Minggu, 3 Mei 2026, di kawasan Astana Anyar, Bandung.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap paket yang sampai ke tangan pelanggan, terdapat dedikasi tinggi para kurir yang bekerja dalam berbagai risiko demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis bagi korban yang tengah menjalankan amanah sebagai garda terdepan layanan logistik.
Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keselamatan kerja, JNE langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan pendampingan intensif kepada Hasan.
Dukungan yang diberikan meliputi perhatian moral, pemulihan psikologis, serta koordinasi aktif dengan aparat penegak hukum guna memastikan proses hukum berjalan secara optimal.
Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian perusahaan, manajemen JNE juga menyerahkan satu unit sepeda motor kepada korban.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh M. Feriadi Soeprapto, selaku Presiden Direktur JNE, didampingi jajaran direksi dan manajemen, di kantor pusat JNE, Jalan Tomang Raya, Rabu 06 Mei 2026.
Dalam sambutannya, M. Feriadi menegaskan sikap tegas perusahaan terhadap segala bentuk tindak kriminal yang mengancam keselamatan pekerja.
“JNE mengecam keras segala bentuk tindak kriminal, khususnya yang membahayakan keselamatan karyawan/ti kami yang sedang menjalankan tugas. Keselamatan kurir adalah prioritas utama perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perusahaan memastikan korban memperoleh pendampingan yang dibutuhkan, baik secara fisik maupun psikologis.
“Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan, baik secara fisik maupun psikologis. Harapannya, dengan pemberian unit motor ini dapat membantu meringankan beban karyawan kami. JNE juga akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang agar kasus ini dapat segera dituntaskan,” tutup Feriadi.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting akan perlunya kepedulian dan perlindungan terhadap pekerja lapangan yang setiap hari berkontribusi menghubungkan kebutuhan masyarakat.