Karakter bergaya custom semakin diperkuat melalui suspensi depan yang dibuat sedikit lebih tinggi, penggunaan velg jari-jari, spatbor minimalis, serta bodi fiberglass yang memberikan kesan eksklusif sekaligus ringan.
Banyak pengamat otomotif menilai Triumph X-75 Hurricane sebagai motor yang membuka jalan lahirnya segmen cruiser modern yang kemudian berkembang luas dan diadopsi berbagai produsen sepeda motor dunia.
Tak hanya mengandalkan desain, Triumph X-75 Hurricane juga menawarkan performa yang tergolong tinggi pada masanya.
Motor ini dibekali mesin tiga silinder segaris berpendingin udara dengan kapasitas sekitar 740 hingga 744 cc.
Jantung pacu tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 58 hp pada 7.250 rpm dan dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan.
Dengan spesifikasi tersebut, X-75 Hurricane mampu melaju hingga sekitar 185 km/jam, sebuah pencapaian yang sangat kompetitif untuk motor produksi awal tahun 1970-an.
Salah satu faktor yang membuat Triumph X-75 Hurricane memiliki nilai koleksi sangat tinggi adalah jumlah produksinya yang sangat terbatas.
Berbagai referensi menyebutkan motor ini hanya diproduksi sekitar 1.150 hingga 1.200 unit sebelum produksinya dihentikan pada 1973.
Penghentian tersebut dipicu oleh regulasi kebisingan baru di Amerika Serikat yang tidak lagi sesuai dengan karakter desain knalpot khas X-75 Hurricane.
Produksi yang berlangsung singkat menjadikan motor ini sebagai salah satu model Triumph paling langka sepanjang sejarah.
Lebih dari 50 tahun sejak pertama kali diluncurkan, Triumph X-75 Hurricane masih menjadi salah satu motor klasik paling diburu kolektor di berbagai belahan dunia.
Selain jumlah unit yang terbatas, motor ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai hasil kolaborasi antara pabrikan Inggris dan desainer Amerika Serikat.