Perubahan paling signifikan terdapat pada sektor dapur pacu. Mitsubishi meninggalkan mesin legendaris 4G63T yang digunakan pada generasi sebelumnya dan menggantinya dengan mesin baru berkode 4B11T.
Mesin empat silinder segaris berkapasitas 1.998 cc tersebut menggunakan teknologi DOHC, MIVEC, turbocharger, dan intercooler.
Output tenaga bergantung pada varian dan pasar, tetapi sejumlah spesifikasi Evolution X mampu menghasilkan sekitar 295 PS dengan torsi mencapai sekitar 366 Nm.
Karakter 4B11T menawarkan respons tenaga kuat terutama pada putaran menengah hingga atas.
Konstruksi berbahan aluminium juga membuat bobot mesin lebih ringan dibandingkan 4G63T.
Perubahan tersebut membuat Evolution X memiliki karakter performa yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan formula utama Lancer Evolution: mesin turbo bertenaga dan penggerak empat roda.
Tenaga besar bukan satu-satunya keunggulan Evolution X. Mitsubishi membekalinya dengan sistem Super All-Wheel Control (S-AWC) yang menjadi salah satu teknologi paling penting pada mobil ini.
Sistem tersebut bekerja mengatur distribusi tenaga dan membantu menjaga traksi setiap roda berdasarkan kondisi berkendara.
Hasilnya, mobil terasa lebih stabil ketika berakselerasi maupun saat melibas tikungan.
Teknologi tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjang Mitsubishi di dunia reli.
Sistem penggerak empat roda dan berbagai perangkat kontrol kendaraan dikembangkan untuk memberikan keseimbangan antara performa, traksi, dan stabilitas.
Karena itu, Evolution X tidak sekadar mengandalkan tenaga mesin. Kemampuan mengolah tenaga tersebut menjadi salah satu faktor yang membuatnya begitu disukai penggemar mobil performa.