Level US$4.500 per ons kini menjadi target sekaligus tantangan berikutnya bagi emas. Darin Newsom, analis pasar senior di Barchart.com, masih mempertahankan pandangan positif terhadap harga emas, tetapi menilai potensi kenaikan dapat terbatas oleh rilis data inflasi AS.
Menurut Newsom, agar harga emas mampu menembus US$4.500 per ons, permintaan dan aliran investasi perlu meningkat secara signifikan secara bersamaan.
Pembelian emas secara berkelanjutan oleh bank sentral menjadi salah satu faktor yang memberikan dukungan terhadap harga, sementara minat investor juga mulai meningkat.
Alex Kuptsikevich, analis pasar di FxPro, turut mencermati level US$4.500 per ons dalam jangka pendek. Menurutnya, pembeli masih membutuhkan momentum tambahan untuk membawa harga emas melewati level resistensi tersebut.
Saat ini, harga emas berada di sekitar US$4.400 per ons. Sementara itu, level US$4.500 per ons dinilai sebagai zona resistensi penting karena sebelumnya sempat membalikkan tren harga pada Desember tahun lalu dan Maret tahun ini.
Meski mayoritas analis Wall Street dan investor individu optimistis terhadap prospek emas pekan depan, sejumlah analis mengingatkan investor agar tetap berhati-hati. Lonjakan harga yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko aksi ambil untung.
Harga emas tercatat naik hampir 8% hanya dalam satu pekan. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan hampir US$300 per ons dalam kurun empat hari, sehingga potensi aksi ambil untung menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam jangka pendek.
Nicky Shiels, Kepala Riset dan Strategi Logam di MKS PAMP, menilai data CPI AS pekan depan akan memainkan peran penting dalam menentukan prospek harga emas.
Menurut Shiels, hanya jika inflasi AS berada jauh di bawah perkiraan, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil hingga akhir tahun dapat semakin menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi harga emas untuk bergerak menuju US$4.500 per ons.
Dengan perhatian pasar yang kini tertuju pada data inflasi AS, pergerakan harga emas pekan depan akan sangat bergantung pada bagaimana data ekonomi tersebut memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.
Level US$4.500 per ons menjadi area penting yang akan dicermati untuk melihat apakah tren kenaikan emas mampu berlanjut atau justru menghadapi tekanan aksi ambil untung.