Kaki Gunung Kucing Dikeruk untuk Perumahan, Warga Bandar Lampung Keluhkan Debu dan Khawatir Longsor

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pengerukan, kawasan tersebut merupakan perkebunan pohon jati milik perseorangan. Selain persoalan
Arif Setiawan - Rabu, 23 Sep 2026 - 15:29 WIB
Aktivitas pengerukan kaki Gunung Kucing di Kelurahan Segala Mider, Bandar Lampung, untuk pembangunan perumahan cluster.
Aktivitas pengerukan kaki Gunung Kucing di Kelurahan Segala Mider, Bandar Lampung, untuk pembangunan perumahan cluster. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Kaki bukit Gunung Kucing di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, dikeruk untuk pembangunan perumahan cluster

Aktivitas pembangunan tersebut menuai keluhan warga, terutama terkait debu yang bertebaran serta kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan potensi longsor.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek pembangunan perumahan yang diduga merupakan Perum Angkasa Land itu terlihat dari bendera yang terpasang di area proyek. Aktivitas pengerjaan berlangsung di sisi kiri dan kanan jalan.

Sejumlah alat berat, seperti ekskavator, serta mobil truk tampak beroperasi di lokasi. Para pekerja juga terlihat memasang pondasi menggunakan batu belah. Aktivitas pengerukan dan pembangunan tersebut menyebabkan debu bertebaran di sekitar area proyek.

Advertisements

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan perumahan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Ia mengaku khawatir sekaligus mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas proyek, terutama debu yang mengganggu lingkungan sekitar.

“Banyak debu ini memang, ke sana kemari gitu debunya,” ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu 23 September 2026.

Meski menyambut baik pembangunan perumahan di wilayahnya, warga tersebut berharap pihak pengembang tetap memperhatikan aturan dan dampak lingkungan yang berpotensi ditimbulkan. 


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Menurutnya, keluhan masyarakat sekitar perlu menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami menyambut baik, cuma ya harus mengerti soal aturan warga sini, apa keluhan dan dampak lingkungannya. Kendalanya memang debu,” bebernya.

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pengerukan, kawasan tersebut merupakan perkebunan pohon jati milik perseorangan.

Selain persoalan debu, warga juga menyoroti keberadaan sebuah gardu yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat di area yang kini menjadi lokasi pembangunan perumahan. Hingga saat ini, menurut warga, belum ada kejelasan mengenai nasib gardu tersebut.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements