Sebaliknya, jika dana benar-benar terbatas, Single Channel dapat digunakan sebagai solusi sementara. Pengguna kemudian dapat menambahkan modul kedua ketika harga dan kondisi keuangan sudah lebih memungkinkan.
Yang terpenting, jangan mengorbankan komponen utama hanya demi mengejar kapasitas RAM yang lebih besar tanpa mempertimbangkan konfigurasi kanal memori.
Jadi, Apakah Dual Channel Masih Wajib?
Pengujian ARX menunjukkan bahwa Dual Channel masih sangat relevan untuk PC gaming, terutama pada platform Intel kelas menengah.
Pada game AAA, konfigurasi tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan Average FPS, tetapi juga membantu menjaga 1% Low FPS agar lebih stabil. Dampaknya dapat terasa pada kelancaran permainan dan minimnya stuttering.
Single Channel masih dapat dipertimbangkan jika anggaran benar-benar terbatas atau PC digunakan terutama untuk game esports tertentu. Namun, konfigurasi tersebut sebaiknya dipandang sebagai kompromi sementara.
Dengan demikian, di tengah kenaikan harga DDR5, keputusan paling rasional bukan sekadar memilih kapasitas RAM terbesar. Gamer juga perlu mempertimbangkan dual channel, kecepatan memori, prosesor, GPU, serta jenis game yang dimainkan.
Bagi pengguna yang ingin melihat grafik dan data benchmark secara lebih lengkap, pengujian ARX ID Media dapat disimak melalui video pengujian yang menjadi sumber pembahasan artikel ini.