Pengaturan ini memungkinkan ruang kabin menjadi lebih lapang karena tidak membutuhkan terowongan transmisi besar di bagian tengah lantai.
Citroën kemudian memadukannya dengan suspensi independen pada keempat roda. Kombinasi tersebut membuat karakter pengendalian Traction Avant terasa lebih stabil dan nyaman.
Mobil ini juga menggunakan rem hidrolis. Sistem kemudi rack-and-pinion kemudian diperkenalkan pada 1936 sebagai bagian dari pengembangan teknologinya.
Begitu banyak inovasi yang dibawa, Traction Avant bahkan kerap dikaitkan dengan julukan mobil dengan “100 paten”.
Pada awal kemunculannya, Traction Avant hadir melalui varian 7A yang menggunakan mesin empat silinder berkapasitas 1.303 cc dengan tenaga sekitar 32 hp.
Citroën kemudian mengembangkan sejumlah varian baru.
Model 7B menggunakan mesin 1.529 cc dengan tenaga sekitar 35 hp dan mampu mencapai kecepatan sekitar 100 km/jam.
Pada Juli 1934, Citroën memperkenalkan 7S atau 7 Sport dengan mesin 1.910 cc.
Varian tersebut menghasilkan sekitar 46 hp dan mampu mencapai kecepatan hingga 115 km/jam.
Pengembangan selanjutnya melahirkan keluarga 11 CV dan 15/6. Model 11 CV menggunakan mesin empat silinder 1.911 cc, sedangkan 15/6 mengandalkan mesin enam silinder 2.867 cc.
Perbedaan kapasitas dan konfigurasi mesin membuat Traction Avant tersedia dalam rentang model yang cukup luas, mulai dari kendaraan sederhana hingga versi yang lebih besar dan bertenaga.
Dari sisi visual, Traction Avant memiliki siluet yang sangat khas.