Bodi rendah, kap mesin panjang, garis atap mengalir serta bagian bawah kendaraan yang relatif rata menciptakan karakter aerodinamis yang kuat.
Desain tersebut bukan hanya untuk mengejar tampilan. Posisi bodi yang rendah sekaligus pusat gravitasi yang lebih rendah turut mendukung karakter pengendalian.
Konstruksi monokok juga memberikan tingkat kekakuan struktur yang lebih baik dibandingkan konstruksi kendaraan dengan sasis terpisah.
Konsep tersebut menjadikan Traction Avant sebagai salah satu contoh awal bagaimana desain bodi, struktur kendaraan dan karakter berkendara dapat dikembangkan secara bersamaan.
Traction Avant tidak hanya diproduksi dalam bentuk sedan empat pintu.
Sepanjang masa produksinya, Citroën menghadirkan sejumlah varian bodi, termasuk Cabriolet, Faux Cabriolet, Commerciale, Familiale, serta model dengan jarak sumbu roda lebih panjang.
Kehadiran Commerciale dan Familiale memperlihatkan bahwa Traction Avant tidak hanya menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan bergaya eksekutif.
Mobil tersebut juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun penggunaan yang lebih praktis.
Traction Avant juga memiliki citra budaya yang kuat.
Siluetnya yang rendah, kemampuan menikung serta karakter penggerak roda depan membuat mobil ini kemudian memiliki reputasi sebagai kendaraan yang dekat dengan dunia gangster dan kelompok perlawanan dalam berbagai cerita populer.
Citra tersebut semakin kuat karena Traction Avant kerap muncul dalam film dan representasi budaya populer.