Identitas tersebut membuat Traction Avant memiliki daya tarik berbeda dibandingkan banyak mobil klasik lainnya.
Mobil ini tidak hanya dikenal karena teknologi dan desainnya, tetapi juga karena sejarah serta mitos yang mengikutinya.
Perjalanan Traction Avant berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Produksi keluarga 7 berakhir pada 1941, sementara berbagai varian lainnya terus dikembangkan hingga seluruh produksi Traction Avant akhirnya berakhir pada Juli 1957.
Dalam rentang tersebut, Citroën terus melakukan penyempurnaan terhadap mesin, sistem kemudi, suspensi serta berbagai aspek kendaraan.
Umur produksi yang panjang menunjukkan bahwa konsep dasar Traction Avant mampu bertahan menghadapi perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi otomotif.
Pengaruh Traction Avant terhadap dunia otomotif tidak hanya terletak pada jumlah produksinya.
Konsep penggerak roda depan, konstruksi monokok, suspensi independen, bodi aerodinamis dan pusat gravitasi rendah yang dahulu tergolong revolusioner kini telah menjadi bagian umum dalam industri kendaraan modern.
Karena itu, Traction Avant kerap ditempatkan sebagai salah satu kendaraan yang ikut membuka jalan menuju desain mobil modern.
Kehadirannya juga memperlihatkan bahwa inovasi otomotif tidak selalu harus menunggu perkembangan teknologi masa depan.
Pada 1930-an, Citroën sudah berani menggabungkan berbagai konsep yang belum lazim ke dalam kendaraan produksi massal.