BANDAR LAMPUNG – Citroën Traction Avant bukan sekadar mobil klasik asal Prancis. Diperkenalkan pada 1934, kendaraan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah otomotif karena membawa sejumlah teknologi yang saat itu tergolong revolusioner.
Penggerak roda depan, konstruksi bodi monokok, suspensi independen, rem hidrolis, hingga desain aerodinamis menjadi sejumlah inovasi yang membuat Traction Avant tampil berbeda dari mobil-mobil konvensional pada zamannya.
Mobil yang pertama kali diperkenalkan dengan nama Citroën 7 pada 18 April 1934 tersebut kemudian lebih dikenal dengan sebutan Traction Avant, yang berarti penggerak roda depan dalam bahasa Prancis.
Produksinya berlangsung hingga 1957 dengan total sekitar 760.000 unit. Rentang produksi tersebut membuat Traction Avant menjadi salah satu model paling penting dalam perjalanan sejarah Citroën.
Kemunculan Traction Avant tidak terlepas dari ambisi Citroën menghadirkan kendaraan dengan teknologi yang berbeda dari mayoritas mobil pada era 1930-an.
Ketika sebagian besar mobil masih menggunakan konstruksi sasis terpisah, Citroën memilih pendekatan berbeda melalui struktur bodi monokok berbahan baja.
Konstruksi tersebut membuat bodi dan struktur kendaraan menjadi satu kesatuan. Hasilnya, mobil dapat dibuat lebih rendah sekaligus memiliki struktur yang lebih kaku.
Pengembangan Traction Avant melibatkan insinyur André Lefèbvre dan desainer Flaminio Bertoni.
Keduanya merancang kendaraan dengan karakter aerodinamis, pusat gravitasi rendah serta penempatan mesin dan transmisi di bagian depan.
Hasilnya adalah sedan dengan bentuk rendah dan memanjang yang terlihat sangat berbeda dibandingkan kendaraan lain pada masa tersebut.
Salah satu inovasi terbesar Traction Avant adalah penggunaan sistem penggerak roda depan.
Dengan konsep tersebut, mesin, transmisi dan sistem penggerak ditempatkan di bagian depan kendaraan.